twins2010.com

Real Madrid Juara Liga Champions, Strategi Terbaik dari Ancelotti “Si Miskin Taktik”

Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti (kiri) berbincang dengan Daniel Ceballos (kanan) di tengah perayaan juara Liga Champions 2021-2022 di Stade de France, Saint-Denis, Perancis, pada Minggu (29/5/2022) dini hari WIB.
Lihat Foto

- Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, sering dituding miskin taktik. Namun, gelar juara Liga Champions 2021-2022 diraih Madrid berkat strategi terbaik.

Real Madrid asuhan Carlo Ancelotti tampil sebagai juara Liga Champions 2021-2022 berkat kemenangan 1-0 atas Liverpool dalam laga final di Stade de France, Perancis, Minggu (29/5/2022) dini hari WIB.

Gelar juara Liga Champions ke-14 Madrid dipastikan lewat gol Vinicius Junior pada menit ke-59.

Kemenangan Real Madrid mustahil tercipta tanpa persiapan strategi terbaik Carlo Ancelotti.

Ya, seorang Carlo Ancelotti, pelatih yang kerap disebut miskin taktik dan hanya menggantungkan asa kepada aksi individual hebat para bintangnya.

Selama ini, Ancelotti lebih dipuja karena kemampuan man-management serta keluwesannya mengatur harmoni ruang ganti.

Baca juga: Ancelotti dan Rekor 5 Piala: Si Tukang Makan yang Tak Kenal Kenyang

Kepiawaian tadi seolah mengaburkan sisi teknis Ancelotti. Padahal, Ancelotti kerap membuat keputusan taktik penting di laga krusial.

Contohnya pada final Liga Champions 2003 yang dimenangi tim besutan Ancelotti, AC Milan.

Ancelotti kala itu memberikan respons terbaik terhadap keputusan pelatih Juventus, Marcello Lippi yang memasang Gianluca Zambrotta lebih ke depan, ke pos sayap kiri guna menggantikan Pavel Nedved yang terkena suspensi.

Lippi lantas mendaulat Paolo Montero yang biasanya mentas sebagai palang pintu, ke sisi kiri pertahanan.

Situasi itu dieksploitasi Ancelotti dengan meminta Andriy Shevchenko untuk kerap bertukar posisi dengan Rui Costa di sisi kanan penyerangan AC Milan. Tujuannya, Ancelotti ingin meneror Montero dengan agresivitas dan kecepatan Shevchenko.

Benar memang kemenangan Milan arahan Ancelotti di final Liga Champions 2003 ditentukan via adu penalti dengan skor 3-2.

Namun, keputusan taktik Ancelotti akan disanjung tinggi andai saja Gianluigi Buffon, kiper Juventus, tak melakukan penyelamatan satu tangan spektakuler terhadap sundulan Filippo Inzaghi.

Baca juga: Hasil Liverpool Vs Real Madrid: Menang 1-0, Los Blancos Juara Liga Champions 2022!

Aksi Pippo Inzaghi yang sangat bisa menentukan hasil akhir itu berawal dari operan silang Clarence Seedorf yang menyisir sisi kiri pertahanan Juventus, tempat di mana Montero beroperasi.

“Carlo sangat bagus dalam mempersiapkan laga besar,” kata Andriy Shevchenko kepada The Athletic, mengenang kebersamaan dengan Ancelotti.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat