twins2010.com

Leverkusen Cetak Sejarah, "Neverkusen" Tidak lagi, Viva Xabi Alonso!

Bayer Leverkusen membungkus gelar juara Bundesliga 2023-2024 dengan pesta gol 5-0 ke gawang Werder Bremen pada Minggu (14/4/2024). Pelatih Xabi Alonso berpose dengan trofi juara Liga Jerman usai laga tersebut.
Lihat Foto

- Bayer Leverkusen membungkus gelar juara Bundesliga 2023-2024 dengan pesta gol 5-0 ke gawang Werder Bremen pada Minggu (14/4/2024).

Pasukan Xabi Alonso turun tanpa beberapa pemain utama setelah sang pelatih melakukan rotasi pada laga di BayArena di hadapan pendukung mereka sendiri tersebut.

Namun, seperti kebanyakan laga musim ini, mereka tetap tampil dominan dan tanpa cela.

Kemenangan 5-0 Leverkusen asuhan Xabi Alonso atas Werder Bremen dipastikan oleh gol-gol Victor Boniface (25' pen.), Granit Xhaka (60'), dan hattrick Florian Wirtz (68', 83' 90').

Tiga poin memastikan Leverkusen menjadi juara Bundesliga untuk kali pertama sepanjang 120 tahun sejarah klub.

Baca juga: Leverkusen Juara Bundesliga, 43 Laga Tanpa Kalah, Alonso Ciptakan Sejarah!

Trofi tersebut juga merupakan gelar pertama Bayer Leverkusen dalam 31 tahun terakhir.

Hanya beberapa menit setelah Leverkusen dipastikan juara, pengeras suara di radio menyanyikan lagu "Eviva Espana" untuk menghormati Xabi Alonso, sang pelatih berkebangsaan Spanyol.

Keberhasilan pelatih berusia 42 tahun yang pernah 3 kali merasakan gelar Bundesliga bersama Bayern Muenchen tersebut membuat namanya terus dikaitkan dengan kursi kepelatihan Liverpool dan Bayern Muenchen.

Namun, Alonso telah berkomitmen untuk menghabiskan satu tahun lagi bersama Leverkusen.

"Momen hebat bersama tim top dan klub luar biasa," ujar Xabi Alonso seusai laga.

"Sesuatu spesial untuk menjadi juara. Tim telah berhasil menjadi juara untuk kali pertama sepanjang sejarah Leverkusen. Anda harus nikamit ini."

"Anda harus rayakan bersama fans dan keluarga. Suatu kehormatan untuk bekerja bersama klub ini."

Prestasi Leverkuesen ini juga menghapus julukan "Neverkusen" setelah tim beberapa kali gagal memastikan gelar juara di rintangan terakhir.

Contohnya, ketika Bayer Leverkusen yang dimotori Lucio dan Michael Ballack mengejar treble Bundesliga, DFB Pokal, dan Liga Champions pada 2001-2002.

Mereka gagal membawa pulang satu trofi pun setelah fionis satu poin di belakang Borussia Dortmund id Bundesliga, kalah 2-4 dari Schalke di final DFB Pokal, dan kalah 1-2 lawan Real Madrid di final Liga Champions.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat