twins2010.com

Edukasi dan Undang-Undang Keolahragaan, Solusi untuk Suporter Timnas

Para suporter Timnas Indonesia di Tribun Selatan membentangkan spanduk betuliskan pesan Football Whit Violance pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2024 antara Indonesia vs Irak, Kamis (6/6/2024) di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta.
Lihat Foto

- Pengamat sepak bola Indonesia, Akmal Marhali, menanggapi isu ancaman pembunuhan yang diterima pelatih Filipina, Tom Saintfiet.

Tom Saintfiet menyatakan ancaman pembunuhan tersebut dalam sesi jumpa pers pra-pertandingan, satu hari sebelum Indonesia menjamu laga melawan Filipina pada Selasa (11/6/2024).

Menurut Akmal, polisi siber harus bekerja lebih keras untuk mengatur perilaku masyarakat di media sosial.

Bukan tanpa alasan, ujaran negatif yang dilontarkan warganet Tanah Air kepada pihak eksternal dapat merusak citra Indonesia di mata Internasional.

Baca juga: Reaksi PSSI soal Ancaman Pembunuhan terhadap Pelatih Filipina: Bisa Proses Hukum

"Ini harus menjadi perhatian polisi siber untuk bisa menertibkan perilaku orang-orang di dunia maya. Ini yang terjadi sangat memalukan, terjadi kepada Filipina, negara yang datang dan bertamu ke indonesia," kata Akmal kepada pada Senin (11/6/2024).

"Kalau kemudian budaya bullying dan persekusi tidak ditertibkan, khawatir nama bangsa Indonesia akan buruk di dunia," katanya.

Selanjutnya, PSSI harus mengambil langkah serius untuk mengorganisasi para pendukung timnas Indonesia.

"Ini harus menjadi perhatian PSSI karena suporter sepak bola kita yang ramai sebenarnya di dunia maya, tetapi yang jadi korban yang di dunia nyata," tutur Akmal.

"Jangan karena dunia maya jadi konflik antarnegara," ucapnya.

Lebih lanjut, Akmal menekankan pentingnya edukasi untuk para suporter skuad Garuda sebagai langkah preventif.

Baca juga: Menpora Sebut Akan Ada Proses Hukum untuk Oknum yang Ancam Membunuh Pelatih Filipina

Selain itu, pemberlakuan Undang-Undang Keolahragaan juga harus secepatnya dilakukan sehingga para suporter mengetahui batasan yang mereka punya.

“Harus ada edukasi terhadap suporter, khususnya suporter-suporter dunia maya agar lebih bijak menggunakan media sosial sehingga negara kita tidak dipandang buruk di mata internasional,” ucap Akmal.

“Yang harus segera dilakukan adalah segera berlakukan Undang-Undang Keolahragaan bahwa suporter punya hak dan kewajiban di situ,” tuturnya. 

"Salah satunya adalah mencegah terjadinya bentrokan di lapangan dan harus berbadan hukum sehingga kemudian kalau ada masalah tidak lagi disebut sebagai oknum, termasuk mereka yang ada di dalam dunia maya," ucap Akmal.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat