twins2010.com

Dortmund Vs Madrid: Ritual Keberuntungan Hitam-Kuning

Bek Borussia Dortmund, Mats Hummels (kanan), berselebrasi bersama rekan-rekan setim seusai mencetak gol dalam pertandingan kedua semifinal Liga Champions melawan Paris Saint-Germaindi Stadion Parc des Princes pada Selasa (7/5/2024) atau Rabu dini hari WIB.
Lihat Foto

- Jelang final Liga Champions 2023-2024 kontra Real Madrid, Borusia Dortmund terus menjalankan sebuah ritual keberuntungan.

Borussia Dortmund menatap final Liga Champions 2023-2024 kontra Real Madrid dengan melakukan pendekatan yang sama seperti pertandingan-pertandingan mereka sebelumnya di pentas antarklub Eropa.

Final Liga Champions 2023-2024 antara Borussia Dortmund vs Real Madrid akan digelar di Stadion Wembley, Inggris, pada Sabtu (1/6/2024) atau Minggu (2/6/2024) dini hari WIB.

Dortmund, klub beralias Die Schwarzgelben (Si Hitam-Kuning), tak mengikuti langkah sang rival Real Madrid yang berangkat ke London pada Kamis (30/5/2024).

Dortmund tetap taat pada protokol yang mereka terapkan sepanjang musim 2023-2024 ini.

Baca juga: Dortmund Vs Madrid: Mantra Ancelotti Lari, Lari, Lari!

Anak asuh Edin Terzic memutuskan untuk bertolak ke London, Ibu Kota Inggris, pada Jumat (31/5/2024), alias hanya satu hari sebelum pertandingan final Liga Champions 2023-2024.

Pengaturan perjalanan semacam ini menjadi semacam "ritual" keberuntungan bagi Dortmund di sepanjang Liga Champions 2023-2024.

"Takhayul Hitam-Kuning," demikian artikel yang dirilis oleh media asal Madrid, Diario As, jelang final Liga Champions 2023-2024.

"Borussia Dortmund berangkat pada hari Jumat, tujuannya adalah mempertahankan rutinitas di Liga Champions dan menciptakan suasana normal kepada tim," tulis jurnalis Diario As, Jose Carlos Menzel.

Gelandang Dortmund, Julian Brandt, meyakini bahwa pengaturan perjalanan semacam ini adalah pilihan terbaik jelang laga krusial final Liga Champions 2023-2024 melawan Real Madrid.

"Kami semua sadar bahwa akan menghadapi sesuatu yang sangat istimewa, tetapi saya pikir klub telah melakukan langkah yang sangat tepat," ujar Julian Brandt.

Baca juga: Jelang Final Liga Champions Dortmund Vs Madrid, 5 Pemain Indonesia Akan Bertanding

"Kami akan berangkat pada hari Jumat, seperti yang selalu kami lakukan di setiap pertandingan Liga Champions musim ini dan dalam beberapa musim terakhir."

"Ketika memiliki rutinitas seperti ini, tidak sulit untuk menjalaninya dengan normal. Tetapi juga jelas bahwa akan ada pemain yang tidur satu jam lebih lambat dari biasanya. Itu biasa," kata Brandt menjelaskan.

Manajamen juga belajar dari pengalaman pahit masa lalu dalam menyusun rencana perjalanan mereka

Karena itu, manajemen Die Schwarzgelben memilih untuk merahasiakan hotel tempat mereka menginap di London, beserta rute perjalanan bus mereka menuju stadion.

Dortmund tak mau mengalami lagi serangan seperti pada 2017, ketika hendak menuju Stadion Signal Iduna Park untuk melakoni pertandingan leg pertama perempat final Liga Champions kontra AS Monaco. 

Kala itu, bus yang membawa rombongan personel Dortmund dilempari dengan tiga alat peledak. Akibat serangan itu, kaca bus pecah dan satu pemain, Marc Bartra, mengalami cedera.

"Sejak serangan terhadap bus kami, kami tidak lagi mengumumkan detail perjalanan. Kami meminta pengertian Anda," tutur seorang sumber internal Borussia Dortmund, dilansir dari Diario As.

 

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat