twins2010.com

Real Madrid, di Antara Dewi Fortuna dan Saraf Baja

Para pemain Real Madrid merayakan keberhasilan lolos ke final Liga Champions 2023-2024 usai mengalahkan Bayern Muenchen di Stadion Santiago Bernabeu, Kamis (9/5/2024) dini hari WIB. Real Madrid menang dengan agregat 4-3. (Photo by OSCAR DEL POZO / AFP)
Lihat Foto

- Real Madrid seperti berteman baik dengan Dewi Fortuna. Namun, tanpa "saraf baja" Madrid tak akan sedekat ini dengan kans meraih trofi Liga Champions untuk yang ke-15 kali.

Stadion Wembley di pinggiran London, Inggris, akan memanggungkan final Liga Champions 2023-2024 antara Borussia Dortmund vs Real Madrid, Sabtu (1/6/2024) atau Minggu (2/6/2024) dini hari WIB.

Dortmund menuju ke sana dengan ambisi menggebah kesialan. Setelah Juergen Klopp mempersembahkan dobel gelar domestik pada 2012, skuad beralias Die Schwarzgelben (Si Hitam-Kuning), terhitung tujuh kali finis sebagai runner up Bundesliga.

Pahit dirasakan betul Dortmund asuhan Edin Terzic yang pada pekan terakhir Bundesliga 2022-2023 silam ditikung Bayern Muenchen. Gelar pun terbang ke tangan sang rival bebuyutan.

Sejak 2012, Dortmund juga tercatat kalah sembilan kali dalam 14 final, termasuk di partai puncak Liga Champions 2012-2013.

Baca juga: Dortmund Vs Madrid: Aura Spesial El Real yang Bikin Lawan Ketakutan

Final Liga Champions 2023-2024 akan jadi tantangan besar buat Dortmund yang akan bersua "raja" kompetisi antarklub paling elite Eropa, Real Madrid.

Dalam rentang satu dekade terakhir, Madrid menunjukkan dominasinya di Liga Champions dengan meraih lima gelar juara.

Soal koleksi trofi "Si Kuping Besar" tak ada tim di muka bumi yang mampu menandingi atau mendekati Madrid.

Berbekal raihan 14 trofi juara Liga Champions, tim beralias Los Merengues itu, seperti berada di level yang berbeda dengan rakasasa lain Eropa semodel AC Milan (7 trofi juara Liga Champions), Bayern Muenchen (6), Liverpool (6), dan Barcelona (5).

Madrid memang seperti punya ikatan spesial dengan Liga Champions. Kisah-kisah ajaib senantiasa bisa mereka ukir di turnamen yang akan memakai format anyar pada 2024-2045 mendatang ini.

Los Merengues adalah tim pertama dan masih jadi satu-satunya skuad yang bisa menjuarai titel European Cupalias era lama Liga Champions dalam lima musim beruntun (1956-1950). 

Dalam era baru Liga Champions yang dimulai pada 1992, Madrid juga memegang rekor sebagai tim pertama yang mampu juara dalam tiga musim secara berurutan, yakni pada rentang (2016-2018).

Seolah Madrid berteman dekat dengan Dewi Fortuna, karena mereka kerap selamat dari momen-momen kritis laga.

Sebut saja momen saat Los Merengues meraih la decima alias titel juara ke-10 Liga Champions pada 2014.

Baca juga: Real Madrid Juara Liga Champions, Strategi Terbaik dari Ancelotti “Si Miskin Taktik”

Kala itu, sampai laga final Liga Champions di Estadio da Luz, Lisbon, lewat 90 menit, Madrid masih ketinggalan 0-1 dari sang tetangga Atletico Madrid.

Terkini Lainnya

Tautan Sahabat